Rencana Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengubah terminologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi “Super Intelligence” (SI) telah memicu fenomena tak terduga di dunia digital. Kebijakan penamaan ulang ini berdampak langsung pada lonjakan permintaan pendaftaran nama domain yang menggunakan akhiran .si, yang secara resmi merupakan kode negara (ccTLD) untuk Slovenia.
Singkatan “SI” yang diusung Trump selaras dengan ekstensi domain .si. Hal ini mendorong para pelaku bisnis, spekulan domain, dan entitas teknologi untuk berbondong-bondong mengamankan alamat situs web dengan akhiran tersebut. Mereka mengantisipasi bahwa istilah “Super Intelligence” akan menjadi standar baru dalam industri teknologi global, sehingga memiliki domain yang relevan dianggap sebagai aset strategis di masa depan.
Pihak pengelola domain dan registrar melaporkan adanya permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pendaftaran domain .si. Fenomena ini menunjukkan bagaimana retorika politik tingkat tinggi dapat secara instan memengaruhi tren infrastruktur digital dan pasar domain internasional, menciptakan peluang sekaligus tantangan baru bagi pengelola kode negara tersebut di tengah sorotan global.





























