Muhammad Sarmuji resmi mengemban amanah sebagai Menteri Perindustrian dalam kabinet pemerintahan yang baru. Dalam langkah awal kepemimpinannya, ia menegaskan komitmen untuk memberikan perhatian khusus pada sektor industri padat karya. Sektor ini dinilai krusial karena perannya yang signifikan dalam menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di Indonesia.
Selain industri padat karya secara umum, Sarmuji juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh industri tekstil nasional. Sektor tekstil saat ini menghadapi berbagai tekanan, baik dari pasar domestik maupun persaingan global. Oleh karena itu, pembenahan kebijakan dan dukungan regulasi menjadi agenda mendesak agar industri ini dapat kembali berdaya saing dan mempertahankan keberlangsungan operasionalnya.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan memperkuat fondasi industri padat karya dan tekstil, pemerintah berupaya menjaga stabilitas lapangan kerja serta meningkatkan produktivitas manufaktur dalam negeri. Fokus ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat kemandirian industri nasional di tengah dinamika ekonomi global.



























