Pasca-pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Dedi Prasetyo, segera mengambil langkah konkret untuk mengonsolidasikan lembaga yang dipimpinnya. Fokus utama Dedi saat ini adalah merancang struktur organisasi serta menentukan jajaran pejabat yang akan mengisi posisi strategis di dalam badan tersebut.
Langkah penyusunan ini dinilai krusial mengingat BRAN memiliki mandat besar dalam menata ulang pengelolaan agraria di Indonesia. Dedi menegaskan bahwa pembentukan struktur yang solid menjadi fondasi penting agar program-program reforma agraria dapat berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran sesuai dengan visi pemerintahan baru.
Ke depannya, Dedi diharapkan dapat segera merampungkan proses internal ini agar BRAN dapat langsung bekerja menangani berbagai persoalan pertanahan yang menjadi perhatian publik. Kecepatan dalam pembentukan organisasi ini menjadi indikator kesiapan pemerintah dalam merealisasikan janji-janji terkait keadilan akses lahan bagi masyarakat luas.



























