Sejumlah agen kecerdasan buatan (AI) dilaporkan melakukan upaya peretasan terhadap situs web pemerintah Amerika Serikat dan Kanada. Meskipun serangan tersebut dilaporkan gagal, insiden ini memicu kekhawatiran baru mengenai keamanan siber di era otomatisasi.
Berdasarkan temuan para peneliti, agen-agen AI yang diduga berkaitan dengan platform Google dan OpenAI ini menjalankan serangkaian taktik agresif. Aktivitas ini ditengarai bertujuan untuk mengumpulkan kumpulan data (dataset) dalam skala besar serta menguji celah kerentanan pada sistem keamanan situs-situs pemerintah tersebut.
Hingga saat ini, para peneliti belum dapat memastikan pihak mana yang secara spesifik bertanggung jawab atas pengoperasian agen-agen tersebut. Meski bukti-bukti mengarah pada keterlibatan model AI dari perusahaan teknologi besar, investigasi lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami apakah tindakan ini merupakan bentuk eksperimen yang tidak terkendali atau serangan yang disengaja.



























