I Nyoman Apraz Ramatryana, seorang akademisi dari Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, saat ini tengah memimpin penelitian inovatif di bidang teknologi nirkabel. Melalui perannya sebagai peneliti pascadoktoral di Khalifa University, Uni Emirat Arab (UEA), ia berfokus pada pengembangan sistem komunikasi nirkabel yang memiliki aplikasi strategis, mulai dari pengelolaan infrastruktur vital hingga upaya mitigasi bencana alam.
Dalam konteks Uni Emirat Arab, riset yang dilakukan Apraz difokuskan pada optimalisasi jaringan distribusi air. Teknologi nirkabel yang dikembangkan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemantauan dan manajemen sumber daya air di wilayah tersebut, yang memiliki tantangan geografis dan iklim yang ekstrem. Implementasi teknologi ini diharapkan mampu memberikan solusi cerdas dalam menjaga keberlanjutan pasokan air bagi kebutuhan masyarakat setempat.
Di sisi lain, keahlian yang sama juga diterapkan untuk mengatasi permasalahan lingkungan di Indonesia, khususnya terkait kebakaran hutan di Kalimantan. Mengingat tingginya frekuensi kebakaran lahan yang berdampak signifikan terhadap ekosistem dan kesehatan masyarakat, teknologi nirkabel ini dirancang untuk mendukung sistem patroli dan deteksi dini. Dengan integrasi sensor nirkabel yang canggih, diharapkan respons terhadap titik api dapat dilakukan lebih cepat dan akurat, sehingga meminimalisir dampak kerusakan lingkungan yang lebih luas.




























